HONDA KUDUS JAYA. Di Liga Irit tahun ini, Honda Jazz menjadi salah satu kontestan yang menggunakan transmisi otomatis. Memang Jazz memiliki varian dengan transmisi manual, tapi transmisi inilah yang digadang-gadang menjadi salah satu komponen utama di Jazz generasi ketiga ini yang dapat membuatnya hemat BBM.

Soal mesin, ia tak beda dengan generasi sebelumnya. Unit 1.497 cc 4-silin­der i-VTEC menghasilkan tenaga 120 dk dan torsi maksimum 145 Nm/4.800 rpm masih digunakan. Tapi transmisi CVT Earth Dreams tentu jadi barang baru untuk Jazz. Dari hasil tes kami sebelumnya, tak ada lagi perpindahan gigi lambat dan canggung se­perti transmisi otomatis di Jazz generasi kedua. Tentu hal ini menjadi kelebihan bagi Jazz teranyar.

Dengan kondisi yang sama seperti kontestan yang lain, seperti penggunaan AC dengan kecepat­an blower 1 dan temperatur pada level maksimal, torsi 145 Nm tergolong lebih dari memadai untuk membawanya melaju di rute dalam kota. Namun karena rute yang kami lalui menjumpai beberapa kemacetan yang cukup lama, konsumsi BBM-nya yang tertera pada MID pun merosot. Kecepatan rata-rata yang bisa diraih pun hanya 14,5 km/jam.

Indikator warna untuk mengemudi hemat

Pada kondisi ‘stop and go’ dengan gaya mengemudi hemat, muncul slip yang cukup terasa di transmisi CVT Jazz. Meski tidak berlebihan, tapi hal itu membuat injakan pedal gas perlu dilakukan lebih dalam untuk melajukannya. Sementara di lain sisi, kondisi itu membuat berkendara menjadi lebih smooth.

Oh ya selama berlaga di Liga Irit ini, indikator konsumsi BBM pada panel instrumen menjadi acuan utama kami dalam mengemudi. Selain itu, ada juga indikator lampu berwarna hijau yang menandakan Anda sudah berkendara hemat. Konsumsi BBM pada MID baru bisa membaik ketika Jazz dibawa melaju karena transmisi­nya begitu responsif. Artinya kekuatan transmisi ini ada pada putaran mesin menengah. Tapi hal itu tak banyak membantu pencapaiannya karena di rute dalam kota ini kecepatan rata-rata yang bisa diraih hanya 14,5 km/jam. Jazz pun mencatat konsumsi BBM 7,78 km/l.

Manfaatkan cruise control saat melaju konstan Indikator konsumsi BBM di panel instrumen dijadikan patokan Paddle shift untuk mengatur rasio puli transmisi

Pada rute jalan tol, konsumsi BBM Jazz bisa me­lonjak. Terlebih tak sulit untuk mencapai kecepatan minimal yang telah ditentukan. Berkat transmisinya, peningkatan kecepatan itu juga dicapai dengan begitu halus. Mulai dari kecepat­an menengah (40 km/jam) ke atas, konsumsi BBM di MID terus semakin hemat. Malah di beberapa ruas tol yang lengang seperti di tol Cipularang, konsumsi BBM pada MID bisa mencapai 19 km/l berdasarkan MID. Berbeda tipis dengan pencapaian beberapa kontestan Low Cost Car di Liga Irit ini. Yang membuatnya hemat BBM, Jazz hanya butuh putaran mesin 1.800 rpm untuk melaju dengan kecepatan 100 km/jam. Artinya, pedal gas hanya perlu sedikit diinjak.

Jazz pun tak pernah kehabisan napas meski jalan menanjak di ruas tol itu. Namun karena rute ini juga diwarnai beberapa kali macet panjang, kondisi hemat BBM itu tak bertahan lama. Setelah pengisian BBM secara manual dan dihitung, pada rute sejauh 342,81 km ini Jazz menghabiskan 20,31 liter Pertamax. Dengan kata lain perolehan konsumsi BBM di Liga Irit ini, Jazz mencatat 16,8 km/liter. Tapi figur hanya sedikit lebih boros dari konsumsi BBM yang diraih VW Golf dengan teknologi TSI de­ngan Pertamax Plus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *