HONDA KUDUS JAYA. Mobil yang digemari oleh masyarakat Indonesia adalah tipe SUV dan MPV karena jenis mobil ini dianggap mampu segala jenis kontur jalanan di Indonesia dan juga mampu mengangkut banyak penumpang. Inilah sepertinya yang dijadikan acuan oleh Honda untuk membuat BR-V.

Honda membuat gabungan antara ketangguhan SUV dengan akomodasi 7 penumpang layaknya MPV ke dalam BR-V. Selain itu, agar harganya sesuai dengan pasar yang digemari oleh masyarakat Indonesi, mobil ini memiiki nilai di rentang Rp 200 jutaan. Tipe yang kami coba saat ini adalah Honda BR-V E Prestige CVT berharga Rp 260 jutaan.

Memiliki desain yang sama dengan Mobilio menjadi basis yang digunakan oleh Honda untuk kedua sisi sampingnya. Sedangkan untuk bagian depan dan belakang menggunakan desain yang benar-benar baru. Tampilan yang dibuat oleh desainer Honda ini benar-benar membuat tampilan BR-V terlihat gagah.

OtoDriver

Masuk ke dalam interiornya, desain dasbor BR-V memiliki kesamaan seperti yang digunakan oleh Jazz dan Mobilio Facelift yang terlihat lebih elegan dengan finishing black piano di bagian tengah. Kami sedikit sedikit kecewa soal penggunaan material yang digunakan BR-V. Penggunaan material plastik keras dan tipis ini hampir diseluruh dasbor, panel konsol hingga trim pintu.

Dipersenjatai dengan mesin 1.497 cc SOHC  i-VTEC seperti yang dipakai Mobilio, Jazz, City serta HR-V, akselerasi BR-V cukup baik walau transmisinya CVT. Namun penambahan bobot membuatnya terasa lebih lambat dari Mobilio.

Memang, bantingan suspensi mobil ini lebih kaku dari Mobilio mengingat ketinggian mobil yang bertambah. Selain itu, karena lebih kakunya suspensi ini membuat gejala limbung menjadi terminimalisir saat di jalan. Suspensi ini terasa juga tangguh saat diajak melewati off-road ringan karena ground clearence yang aman. Gejala limbung juga minimal di jalan.

Kemanan berkendara juga semakin baik karena mobil kami ini dilengkapi kontrol kestabilan. Peranti kontrol kestabilan ini merupakan sebuah fitur standar untuk semua varian BR-V.

Mengendarai BR-V lebih menyenangkan dibanding rivalnya seperti Toyota Rush dan Terios. Transmisi CVT-nya halus dan cukup responsif, serta lebih halus dan tenang di jalan. Ia terasa seperti mengendarai sebuah MPV, tapi dengan tongkrongan lebih tinggi.

Di kelas low SUV, Honda BR-V memang memiliki ground clearence paling tinggi yaitu 201mm. Namun harap dicatat, ini hanya 1 mm lebih tinggi ketimbang rivalnya dari Toyota dan Daihatsu. Jadi bisa dibilang sangat setara. Anda juga tetap perlu berhati-hati disaat melewati jalan-2jalan yang memiliki kontur agak ekstrim khususnya tipe yang seperti kami tes ini yaiut tipe Prestige. Tipe ini dilengkapi spoiler depan yang mengurangi sudut datang maksimum alias approach angle.

Akomodasi baris kedua sangat lega. Postur 180 cm pun tetap akan merasakan ruang kaki lega. Hadirnya pengaturan kerebahan menambah kenyamanan jok tengah.
Sedangkan di belakang ruang kaki sanggup mengakomodir hingga 170 cm, walau paha tidak akan tersangga. Sayangnya, meski kapasitasnya 7 orang, cuma tersedia 6 headrest. Dari sisi akomodasi, saat jok ditegakkan semua sisa ruang bagasi masih bisa dimuati 1 orang dewasa. Itu masih bisa diluaskan lagi dengan melipat jok paling belakang.

Sensasi berkendara BR-V masih terasa seperti mengendarai Mobilio ketimbang HR-V. Anggap saja ini sebuah Mobilio yang memiliki ketangguhan lebih baik, desain lebih cantik, akomodasi lebih baik sedikit serta fleksibel diajak ke beragam medan. Ini adalah MPV yang di-SUV-kan, sedang rivalnya dari Daihatsu merupakan SUV yang di-MPV-kan dengan menambah 2 jok lagi di area bagasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *