HONDA KUDUS JAYA. PT Honda Prospect Motor (HPM) pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) pada April lalu meluncurkan varian baru Honda Brio RS. Selain perubahan eksterior dan interior, mesin juga mengalami peningkatan tenaga dan torsi dibandingkan model sebelumnya. Dan Auto Bild mendapatkan kesempatan mencoba performa mesin baru Honda Brio RS terbaru di Indonesia

Bila pada Honda Brio sebelumnya hanya 88 dk, kini ada peningkatan hingga 90 dk pada 6.000 rpm. Sementara torsinya juga naik dari 109 Nm menjadi 110 Nm di 4.800 rpm. Kami pun mendapat kesempatan untuk mencoba langsung perubahan performa ini yang dikombinasikan transmisi CVT.

Berlokasi di kawasan Sentul City, beragam medan jalan bisa didapatkan untuk merasakan sensasi mesin i-VTEC Honda. Meski masih memiliki kapasitas yang sama yakni 1.200 cc, namun tenaganya memang terasa merata baik pada putaran bawah maupun atas.

Ketika jalan menanjak dan sempat melambat di tengah jalan tanjakan, hanya perlu menginjak sedikit pedal gas untuk menjaga kecepatan mobil tetap konstan. Sehingga tidak perlu khawatir kehilangan momentum yang membuat mobil perlu kerja keras.

Melalui penambahan tenaga dan torsi ini, seharusnya Honda Brio RS lebih irit dari model sebelumnya. Apakah terbukti? Kami harus mengujinya terlebih dahulu dan pantau terus autobild.co.id.

Suspensi Honda Brio RS lebih keras daripada Honda Brio Satya. Selain perubahan eksterior, interior dan mesin, khusus pada Honda Brio RS mempunyai pengaturan suspensi yang lebih rigid dari Honda Brio satya. Honda menamakannya Sporty Tuned Suspension. Dibedakannya suspensi untuk honda Brio RS ini bertujuan meningkatkan sensasi sporty pada produk andalannya tersebut.

Menurut Technical and Warranty Senior Maneger PT Honda Prospect Motor, Muhamad Zuhdi, suspensi yang lebih rigid ini mempunyai banyak keunggulan untuk sebuah city car. Beberapa kelebihannya antara lain mengurangi bodi roll, pitch dan float ketika mengemudi.

Pun pengendalian saat berbelok dan merasakan sensasi jalan yang dilaluinya. Lebih terkontrol dan lebih menyenangkan saat berkendara di jalan berliku. Nilai damping force yang lebih besar sehingga menguntungkan jika dipakai pada kecepatan tinggi. Lantas apa yang berbeda?

“Suspensi pada Honda Brio RS kami buat pernya lebih panjang tetapi mempunyai lingkaran yang besar. Pengaturan ini ternyata membuat suspensi lebih rigid ketika berbelok sehingga seperti mobil-mobil sport yang karakter suspensinya memang keras,” ujar Zuhdi di Jakarta, Kamis (2/6).

Kami pun penasaran, seperti apa rasanya suspensi di Brio RS terbaru ini? Benarkah semakin asyik ketika diajak bermanuver dan terasa keras bantingannya saat melalui jalanan rusak atau bergelombang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *