HONDA KUDUS JAYAAuto Bild mencoba Honda Brio Satya terbaru di Indonesia. PT Honda Prospect Motor (HPM) melakukan penyegaran pada city car andalannya, Honda Brio. Tidak hanya ada varian baru yakni RS, tetapi LCGC Honda Brio Satya turut berubah. Selain perubahan eksterior dan interior, LCGC Honda ini kini mempunyai varian transmisi CVT.

Seperti diketahui, model sebelumnya hanya ada transmisi manual saja. Kehadiran transmisi otomatis ini memberi pilihan menarik untuk konsumen. Kami pun mendapat kesempatan untuk merasakannya langsung dalam acara Medai Test Drive Honda Brio dengan rute Jakarta-Puncak.

Menariknya pada tuas persneling ada tiga pilihan yakni D (drive), S (sport) dan L (low). Diawal kami mencoba dahulu mode D untuk melihat seberapa halus perpindahan giginya. Saat melintasi jalan tol, perpindahan gigi dari putaran bawah sampai ke atas terasa halus. Bahkan menginjak pedal gas terus dari 0-60 km/jam mobil bergerak lancar tanpa ada jeda. Saat melirik jarum rpm, terlihat perpindahan gigi terjadi sekitar 2.000-2500 rpm. Seharusnya ini membuat Honda Brio Satya irit.

Penasaran dengan tenaganya yang meningkat 2 dk dari 88 dk menjadi 90 dk dan torsi 1 Nm, kami memindahkannya ke S. Sontak mesin lebih agresif dengan perpindahan gigi berada di rentang 3.000-3.500 rpm. Bahkan ketika kami injak lebih dalam di putaran atas dengan kecepatan lebih dari 60 km/jam, perpindahan gigi sempat terjadi pada 4.000 rpm.

Meski mobil melaju sangat kencang, namun perpindahan transmisinya tetap terasa lembut. Tentu pada mode S ini memiliki risiko lebih boros. Sementara ketika D dengan rpm yang lebih rendah mempunyai tingkat efisiensi lebih tinggi. Namun, kami harus mengujinya secara lengkap untuk mengambil data lengkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *