HONDA KUDUS JAYA. Tiba saatnya kami mencoba model termurah Honda BR-V E M/T terbaru di Indonesia. Berbeda dengan model bertransmisi otomatis, varian yang satu ini menghadirkan orientasi lebih baik dari segi performa.

Setelah sebelumnya kami sempat melakukan First Drive pada Honda BR-V E bertransmisi manual, kini waktunya kami melakukan pengetesan lengkap.

E M/T merupakan tipe menengah dan jadi satu-satunya varian yang memiliki 2 pilihan transmisi, otomatis CVT dan manual 6-percepatan.

Karena manual, ia mengharuskan pengemudi menginjak pedal kopling saat berkendara. Artinya dari segi kenyamanan, ia tidak sebaik model bertransmisi otomatis terutama saat Anda berhadapan dengan kemacetan.

Namun, bukan berarti ia tidak memiliki kelebihan. Dimulai dari harga. E M/T dijual dengan harga Rp 237,5 sementara E A/T dilepas Rp 247,5 juta. Selisih Rp 10 juta tentu lumayan untuk ukuran Compact SUV. (OTR Jakarta)

Padahal, secara fitur dan tampilan ia sama persis dengan saudara otomatisnya itu. Artinya Anda mendapatkan mobil yang sama keren dan sama lengkap dengan harga lebih affordable.

Pengendaraannya lah yang membedakan ia dengan varian bertransmisi otomatis. Akselerasi terasa lebih padat terutama saat pedal gas diinjak penuh. Rasio per gigi pun cukup rapat sehingga pertambahan kecepatan bisa sangat cekatan.

Kami tes akselerasi 0-100 km/jam, BR-V manual ini menuntaskannya dalam tempo 11,4 detik. Lebih cepat dari model bertransmisi otomatis yang butuh 11,8 detik.

Asyiknya, pedal kopling terasa ringan dengan arah tuas persneling yang akurat dan mudah. Di titik ini, justru aktivitas shifting ini lah yang disukai oleh para pengemudi antusias.

Tapi memang saat kami melaju di kemacetan, keasyikan ini mulai luntur. Apalagi jika rute yang dilalui seperti jalur protokol di Jakarta pada jam-jam sibuk, yang tersisa berikutnya hanyalah ketidaknyamanan bagi kaki kiri.

Namun BR-V manual ini kembali menunjukkan kegemilangan saat berurusan dengan konsumsi BBM. Berkat friksi penuh saat gigi terhubung, power loss pun lebih minim. Hasilnya di rute dalam kota ia mampu mencetak 15,2 km/l. Lebih irit dari model bertransmisi otomatis yang raihannya di angka 14,5 km/l.

Di rute tol dengan kecepatan konstan 90 km/jam ia lebih baik lagi. Mencapai efisiensi 17,8 km/l sementara BR-V CVT ada di figur 16,6 km/l.

Tampaknya tenaga 120 dk dan torsi 145 Nm yang datang dari mesin 1.497 cc tersalur lebih efektif pada transmisi 6-percepatan manual ini.

Oh ya, untuk alur tuas transmisi 6-speed yang dimiliki BR-V cukup unik. Posisi gigi reverse berada di samping kanan gigi 6. Tentunya dalam hal ini pengemudi harus melakukan adaptasi terlebih dahulu. Pasalnya jika tidak terbiasa, missed gear bisa terjadi yang seharusnya masuk ke gigi mundur, malah ke posisi gigi 6.

Sementara soal pengendalian dan bantingan, ia sama persis dengan model otomatis. Itu merupakan poin plus karena BR-V meskipun sebuah SUV dengan ground clearance tinggi, tapi Honda berhasil meracik suspensi yang relatif stabil saat bermanuver kencang.

RIVAL
Daihatsu Terios R Adventure M/T

Mesin: 1.495 cc 4-silinder, 109 dk
0-100 km/jam: 12,2 detik
Harga: Rp 233,3 juta

+: Harga, varian, kamera mundur
-: Desain, posisi duduk, dengung kabin

 

FIRST OPINION
Honda BR-V E M/T memiliki kelebihan dalam hal performa dan harga yang lebih murah. Jadi jika Anda seorang pengendara yang mementingkan hal performa dan ingin menghemat untuk memiliki Honda BR-V, varian bertransmisi manual bisa menjadi jawaban yang tepat untuk Anda miliki.

SEKILAS PANDANG
– Terdapat tipe S manual yang harganya lebih murah Rp 10 juta
– Tipe Prestige hanya  tersedia dengan transmisi CVT
– Tersedia paket Cermat untuk menghemat perawatan berkala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *