HONDA KUDUS JAYA. Otosia berkesempatan merasakan performa dari generasi terbaru LCGC (Low Cost Green Car) Honda, yakni New Brio. Hadir dalam dua varian Satya dan RS, keduanya menawarkan sensasi berkendara yang berbeda.

Mengambil rute Jakarta-Cipanas, pada etape pertama kami melakukan pemanasan menggunakan New Honda Brio Satya yang telah dilengkapi teknologi transmisi CVT (Continuous Variable Transmission).

Tak berbeda dengan generasi sebelumnya, detail bodi tetap memberikan kesan dinamis dan elegan. Hanya saja desain velg baru berukuran 14 menambah kesan dinamis tersebut.

Perbedaan paling mencolok terletak pada bagian depan. Bumper depan lebih garang dengan penegasan garis lekuk. Semakin sporti dengan adanya partisi yang mengisolasi lampu kabut. Tampilannya juga diperkuat dengan desain grille depan yang seolah menghubungkan kedua lampu depan.

Akibat perubahan ini kap New Brio Satya jadi terlihat lebih panjang. Hal itu tak menjadi masalah, karena desain tersebut menjadi semacam penegasan adanya peningkatan performa.

Sedangkan sektor belakang, desainnya dibuat lebih sporti akibat adanya tailgate spoiler yang seolah menyambung dengan garis atap. Lampu belakang dibuat semakin dominan berkat adanya list tailgate yang berada diantara keduanya.

Urusan performa, peningkatan tenaga dari 88 hp menjadi 90 hp terasa signifikan saat mobil dipacu cukup kencang. Namun, yang paling membedakan dengan generasi sebelumnya yaitu adanya teknologi CVT. Teknologi ini berbeda dengan transmisi otomatis pada umumnya, karena mengizinkan perpindahan gigi menjadi halus tanpa ada sentakan.

Hal itu kami buktikan dengan memacu kendaraan dari 0 kilometer per jam hingga mencapai 80 kilometer per jam. Jarum putaran mesin seolah menari, bolak-balik dari titik terendah ke titik teratas menandakan perpindahan gigi. Hentakan tak terasa sedikit pun, jarum speedometer pun meningkat konstan.

Menghadapi tanjakan curam khas daerah Puncak, Bogor, mobil ini tak mengalami masalah. Dalam kondisi stop and go, mobil ini tetap responsif dan memberikan tenaga yang cukup untuk mendorongnya ke atas. Begitu pula saat bermanuver di jalan berkelok, mobil cukup stabil meski sedikit terasa oversteer.

Sumber : Otosia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *