HONDA KUDUS JAYA. Pasar Low MPV di Indonesia sempat ‘jenuh’ setelah kehadiran Suzuki Ertiga yang menggoyang duet Avanza/Xenia. Saat keadaan pasar seperti itu, sementara keinginan konsumen untuk memiliki MPV masih tinggi, Honda hadir dengan Mobilio yang memiliki platform city car, Honda Brio. Dan seketika Low MPV kembali booming.

Hal yang sama terjadi dengan SUV/Crossover kelas bawah yang diisi oleh Daihatsu Terios dan Toyota Rush. Dan sekali lagi, Honda dengan jeli melihat kesempatan yang bisa dimanfaatkan, dengan menggunakan platform seperti Mobilio. Dan hasilnya adalah Honda BR-V, seperti yang Anda lihat disini. Dan tidak perlu repot bagi Honda untuk membuat mobil ini. Selain menggunakan platform yang sama, beberapa bagian mobil, terutama di bagian interior, terlihat serupa dengan Mobilio dan Brio.

Jadi apakah ini hanyalah sebuah Mobilio yang dipermak? Kami rasa lebih dari itu. BR-V memiliki banyak kelebihan dibanding saudaranya tersebut, yang harus Anda rasakan sendiri karena secara visual, mobil ini memiliki banyak kesamaan.

Desain

DEsain BR-V erlihat lebih tegas dari Mobilio

Dibuat sebagai sebuah crossover yang harus bisa melibas medan yang lebih berat ketimbang MPV biasa, maka Honda meninggikan ground clearance BR-V. Jika dibanding Mobilio, BR-V memiliki ground clearance hingga 210 mm, atau lebih tinggi sekitar 32 mm dibanding saudaranya itu. Tidak hanya lebih tinggi, tapi juga parasnya lebih tegas, untuk menunjukan kegagahannya.

Grill yang tebal berlapis chrome serta bumper depan yang sporty adalah satu hal. BR-V juga dibekali dengan lampu model proyektor, dengan desain headlamp yang besar dan seolah menyatu dengan grill. Desain lampu dan grill ini membuat mobil terlihat lebar jika dilihat langsung dari bagian muka.

Sementara itu, di bagian samping depan hingga ke belakang juga terlihat garis-garis desain yang tegas, lengkap dengan tambahan over fender. Dan di bagian buritan, Anda bisa menemukan lampu yang berdesain menarik yang juga memiliki sudut yang tegas. Jujur, meski tidak ada bagian dari Honda Mobilio yang terlihat di bagian ini, namun jika dilihat dari samping, Anda akan menemukan sebuah kesamaan guratan desain, terutama jika melihat lengkungan atap, serta lekukan-lekukan di bagian jendela.

BR-V Prestige CVT dilengkapi layar multimedia

Di bagian interior Anda akan langsung merasa familiar. Jok tiga baris yang bisa memuat tujuh orang, pelipatan bangku, dan tentunya dashboard serupa Mobilio. Bedanya di dashboard, ditambahkan aksen metal di beberapa tempat seperti frame ventilasi AC tengah, dan facia dashboard di hadapan penumpang depan, serta MID yang terlihat mewah di rumah instrument cluster. Menurut spesifikasi,  jarak sumbu roda (wheelbase) BR-V mencapai 2.662 mm, atau lebih panjang 12 mm dibanding Mobilio.

Unit yang kami uji adalah BR-V Prestige yang merupakan varian tertinggi. Karena itu fiturnya adalah yang paling lengkap. Mulai dari dual airbag, seat belt reminder untuk pengemudi dan penumpang depan, hingga headunit layar sentuh berukuran 6,1 inchi yang dilengkapi dengan fitur penyegar udara Nanoe. Pengendali AC yang sudah digital membuat interior terasa mewah, meski bukan sebagai climate control yang bisa mengatur suhu secara spesifik.

Sedikit kritik untuk bagian ini, kami terganggu dengan tidak adanya iluminasi untuk posisi tuas transmisi, dan juga audio control di stir. Untuk tuas transmisi, posisinya bisa dilihat dari instrument cluster di depan pengemudi, tapi sebaiknya ada indikator juga yang menyala di seputaran tuas. Audio control di stir memang hanya mengatur channel, volume, dan mode. Tapi karena gelap, sering kali tombol yang salah tertekan yang berujung pengemudi harus memindahkan konsentrasinya hanya untuk menemukan tombol yang benar.

Pengendaraan

MEsin 1.5 liter milik BR-V serupa dengan Jazz dan Mobilio

Beralih ke pengendaraan, karena BR-V didaulat sebagai mobil dengan ground clearance tinggi, tentunya harus ada perubahan untuk menunjang hal tersebut. Terutama yang berhubungan dengan kestabilan saat dikendarai. Di data spesifikasi, kami gagal menemukan perbedaannya. Namun saat dirasakan, Anda akan menemukan mobil ini jauh lebih baik dari Mobilio saat dikendarai.

Mari kita mulai dari saat pintu ditutup. Kekedapan kabinnya saat mobil diam dengan mesin menyala, patut diacungi jempol. Demikian juga ketika mobil berjalan di kecepatan rendah di perkotaan. Ok, suara artikulasi ban Bridgestone yang digunakan akan sedikit menelusup saat melewati jalanan yang kasar, namun tidak akan mengganggu.

Hal sebaliknya terjadi saat mobil melaju diatas 60 kpj. Suara gemuruh angin membuat Anda harus membesarkan volume fitur audio, dan ya, suara angin ini cukup mengganggu. Kami menduga suara angin ini ditimbulkan oleh turbulensi akibat penggunaan roof rail.

Diluar itu, kami harus memuji bagaimana mobil ini bergerak. Mesin L15 yang digunakan adalah sama dengan Mobilio, Jazz, dan bahkan Civic Turbo (yang tentu saja dibekali peranti turbo). Tenaga yang dihasilkannya adalah 120 PS dengan torsi 145 Nm. Kalau Anda bingung, itu adalah besaran daya yang normal untuk sebuah mobil keluarga yang dikendarai sehari-hari.

Yang membuat kami angkat topi adalah bagaimana tenaga itu disalurkan ke roda depan oleh transmisi CVT baru, yang menganut teknologi Earth Dreams. Jika CVT biasanya membuat tenaga mobil seolah ‘ngempos’ atau lambat berakselerasi, maka pada BR-V, kami tidak menemukan hal tersebut. Putaran mesin konsisten dengan bertambahnya kecepatan, dan tidak ada lagi jarum RPM yang tiba-tiba melonjak, mesin meraung, tapi kecepatan segitu-segitu saja. Hal ini membuat BR-V terasa agresfi dan menyenangkan, serta lincah berkelit di berbagai tingkat kecepatan, terutama di jalan tol.

Suspensi yang lebih baik dari Mobilio juga bisa ditemui di mobil ini, meski sama-sama menganut konstruksi torsion beam (belakang) dan MacPherson Strut di depan. Seperti kami katakan tadi, suspensi meredam jalanan yang tidak rata dengan mantap, tanpa memberikan rasa khawatir akan rontok. Agak lebih keras dari saudaranya, memang, tapi lebih baik.

Spesifikasi BR-V

Jadi, apakah ini mobil yang direkomendasikan? Tentu saja. BR-V Prestige yang kami uji memiliki banderol On The Road Rp 262 jutaan di wilayah Jabodetabek. Kami tutup mata soal absennya detil-detil kecil seperti iluminasi di kabin, karena mobil ini memberikan pengendaraan yang melebihi ekspektasi kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *