HONDA KUDUS JAYA. Selain masuk dengan pilihan mesin 1.497 cc, PT Honda Prospect Motor juga menyertakan unit berkapasitas 1.799 cc untuk HR-V. Dapur pacu ini terhitung besar karena musuh-musuhnya di kelas ini hanya dibekali mesin 1.500 cc. Lihat saja Nissan Juke, Toyota Rush atau Daihatsu Terios.

Namun mesin besar HR-V disertakan bukannya tanpa alasan. Kapasitas lebih banyak membuat tenaga yang diletup mencapai 139 dk. Terpaut 19 dk lebih besar dan mestinya cukup untuk penggemar HR-V yang menuntut tenaga lebih. Output ini sekaligus menjadian HR-V 1.8 ini sebagai SUV kompak paling bertenaga di Indonesia.

Saat kami nyalakan mesinnya, suaranya tidak banyak beda dengan mesin di tipe E, S dan A yang berkapasitas 1.497 cc. Ketika diinjak pedal gas pun raungannya relatif mirip. Halus namun padat.

Setelah tuas persene­ling dimasukkan ke D, mobil pun kami lajukan. Kedinamisan khas CVT membuat peningkatan kecepatan berlangsung halus. Tak terdeteksi adanya entakan baik saat berakselerasi keras maupun di kecepatan sedang. Jika Anda ingin mendapat karakter lebih sigap, set tuas perseneling pada S maka mobil melaju dengan lebih agresif.

Pada pengetesan akse­lerasi 0-100 km/jam, HR-V 1.8 Prestige ini menyelesaikannya dalam 10,5 detik. Sementara HR-V E bermesin 1.497 cc butuh 11,1 detik. Sekadar gam­baran, Mitsubishi Outlander Sport yang kelasnya berada di atas HR-V memiliki catatan akselerasi 0-100 km/jam dalam 10,7 detik. Sesuai dugaan konsumsi BBM tidak sehemat HR-V E. Rute dalam kota de­ngan catatan 10,9 km/l dan tol di 16,3 km/l. Sedikit lebih boros karena HR-V E mencetak 13,7 km/l dan 17,6 km/l di rute yang sama.

HR-V yang kami tes ini merupakan tipe tertinggi dengan nama resmi HR-V 1.8 Prestige CVT. Di tipe ini harga dasarnya sudah menyentuh Rp 358 juta, ditambah pilihan warna White Orchid Pearl de­ngan nada two tone (atap berwarna hitam) membuat banderolnya lebih mahal Rp 3 juta. Kalau yang ini jelas masalah selera.

Berbagi sasis dengan Honda Jazz membuat HR-V punya pengendalian mirip saudara hatchback-nya itu. Lincah dan sigap bermanuver. Bantingan suspensi terhitung moderat, tidak keras tapi juga tidak lembek. Enaknya karena ground clearance tinggi membuat Anda lebih tenang saat melintas di jalan berlubang. Perasaan positif ini juga Anda temui jika berhadapan dengan genangan air/banjir saat hujan lebat.

Harga Rp 60 jutaan lebih mahal dari tipe 1.5 E dibayar HR-V 1.8 Prestige dengan kemewahan. Paling mencolok adalah bahan kulit yang melapis jok, setir dan trim. Warnanya putih memberi nuansa berbeda diban­ding tipe lain. Tak hanya itu, kehadiran panoramic roof dan sunroof di atap dijamin memberi sensasi istimewa dan alami selama berkendara.

Sedangkan legroom bangku baris kedua terhitung lega dengan posisi duduk menyenangkan bagi penumpang belakang. Oh ya, jika Anda berniat bepergian ke luar kota, maka kargo HR-V akan membuat Anda tersenyum. Bagasinya luas dan jika diperlukan bangku belakang bisa dilipat dan menghasilkan lantai rata.

RIVAL
Mitsubishi Outlander

Mesin: 1.998 cc 4-silinder, 150 dk
0-100 km/jam: 10,7 detik
Harga: Rp 347 juta

+: Harga, tenaga, kelas lebih tinggi
-: Akselerasi, tanpa sunroof, efisiensi

 

FIRST OPINION
Bagi kami, set harga dan tenaga mesin membuat HRV 1.8 Prestige lebih pantas beradu dengan Mitsubishi Outlander Sport yang kelasnya berada di atas HR-V ketimbang melawan rival selevel seperti Nissan Juke. Setujukah Anda?

SEKILAS PANDANG
– Warna White Orchid Pearl yang bernada two tone ini lebih mahal Rp 3 juta dari warna basic, Rallye Red.
– HR-V 1.8 tidak memiliki varian bertransmisi manual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *