HONDA KUDUS JAYA. Ketika pertama kali berjumpa dan mengendarainya di ruang terbatas, kami sulit membedakannya dengan Jazz sebelumnya, selain tampilan tentunya. Pasalnya ia terasa mirip dalam banyak hal termasuk mesin, posisi mengemudi serta kesan pe­ngendaraannya. Belum lagi di belakang juga tak jauh berbeda, serta tidak ada fitur inovatif yang tertanam.

Tapi ketika akhirnya kami berkesempatan mengetes dalam jangka panjang, sisi positif Jazz terbaru perlahan mencuat ke permukaan. Paling kami apresiasi adalah bantingan suspensinya yang jauh melunak dibanding sebelumnya. Dipakai sendiri sekalipun, suspensi tetap terasa lembut.

Lantas walaupun mengusung mesin 120 dk serupa sebelumnya, penerapan transmisi CVT baru Honda yang dijuluki berteknologi Earth Dreams membuat banyak perbedaan. Tak ada lagi perpindahan gigi lambat dan canggung seperti transmisi matik di Jazz generasi kedua. Hebatnya, respons transmisi CVT ini juga sigap ketika pedal gas diinjak atau saat dilakukan perpindahan manual via paddleshift.

Terasa sekali kalau transmisi ini mampu secara efisien mentransfer daya ke roda. Tak banyak energi terbuang sia-sia untuk menghadapi slip transmisi. Alhasil, laju akselerasi 0-100 km/jam dalam 10,1 detik merupakan tercepat untuk varian matik di kelasnya, juga 1 detik membaik dari Jazz sebelumnya.

Penambahan jarak sumbu roda juga sedikit melegakan ruang belakang. Meski itu tak begitu terasa mengingat dari sebelumnya kabin Jazz sudah sangat luas. Yang jelas mobil ini tak akan gagal dalam kontes kelegaan ruang maupun kepraktisan. Bagasinya juga luas serta pelipatan bangku belakangnya tetap terasa istimewa.

Bagi pengemudi, kehadiran cruise control sedikit banyak membantu santainya perjalanan di tol. Smart keyless entry juga hadir untuk memudahkan pengoperasian. Tapi kamera mundur atau sensor parkir belum juga hadir. AC model konvensional serta material kabin agak murah membuatnya tak terasa semewah beberapa rivalnya. Untunglah dari luar, tampilan lampu utama LED serta lampu senja ala DRL terasa berkelas.

Lantas bagaimana dengan performa rem yang sekarang memakai teromol di belakang? Jujur saja, tak terasa penurunan daya pengereman saat dipakai normal. Malahan rem parkir terasa lebih pakem. Tapi memang banyak calon pembeli kecewa melihat pemakaian teromol ini.

Di lain sisi, fitur yang tak hadir membuat harga jual Jazz baru sa­ngat renyah. Ia hanya terpaut sedikit dibanding generasi sebe­lumnya. Uniknya harga Rp 248 juta hanya untuk warna merah solid, sedangkan lainnya lebih tinggi Rp 1,5 juta.

 

Rival
Toyota Yaris TRD Sportivo A/T

Mesin: 1.497 cc 4 silinder, 109 dk
0-100 km/jam: 12,1 detik
Harga: Rp 256,1 juta

+ Bentuk eksterior, fitur internet, climate control
– Akselerasi, matik konvensional

 

First Opinion
Tak diragukan kalau Jazz terasa lebih dewasa dan membaik dalam hal kenyaman­an serta akomoda­si, sembari tetap menjaga kepraktisan serta keasyikan mengemudinya. Ada penambah­an fitur baru, meski tak semua hadir. Dengan harga jual mirip sebelumnya, jelas value for money mobil ini membaik.

Sekilas Pandang
– Hanya ada 1 varian mesin dengan 3 trim kemewahan.
– Tersedia 7 pilihan warna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *