HONDA KUDUS JAYA. Melihat logo bertuliskan “Type R” dengan huruf R berwarna merah terpasang pada sebuah mobil Honda, tentu langsung terbayang performa luar biasa pada mobil yang bukan termasuk kategori supercar. Civic Hatchback menjadi model terbaru dari rangkaian produk berlabel Type R saat ini.

Kebetulan kami mendapat kesempatan sangat singkat untuk bisa merasakan langsung bagaimana performa Civic Type R di balik kemudi, yang disediakan oleh PT Imora Motor atau Honda Jakarta Center (HJC), pada Minggu (5/11) lalu.

Meski hanya memutari rute di Jalan Jalur Sutera, Alam Sutra, Tangerang, namanya test drive ya tetaplah test drive. Apalagi dengan sebuah Civic Type R tersedia tentu sayang untuk dilewatkan.

Saat masuk ke dalam kokpit pengemudinya, langsung kami merasakan aura mobil balap yang kuat dengan rendahnya posisi duduk. Bucket seat dan sabuk pengaman berwarna merah semakin memicu adrenalin dan psikologis kami untuk menggeber mobil ini segera.

Didampingi salah seorang sales sebagai pemandu, kami dianjurkan menggunakan mode Sport pada mode berkendaranya, selain ada mode Comfort dan +R. Mode +R disebutnya akan terlalu liar untuk kondisi medan pengetesan yang kami lalui.

Dari dalam kabin dengan jendela tertutup, deru mesin VTEC 2.0 liter turbo dan suara knalpot masih terdengar, mengajak untuk digeber kencang. Kami pun langsung memacu Type R dengan rpm tinggi begitu meninggalkan area start.

Luapan tenaga 306 hp dan torsi 400 Nm langsung terasa begitu pedal gas dibejek dalam, namun menariknya saat turbo aktif hentakan mesin tidak terasa kasar. Kondisi lalu lintas yang cukup padat dan prioritas keselamatan menjadi penghalang kami untuk memacu mesin sampai menyentuh redline.

Transmisi manualnya paling berkesan bagi kami dari Type R, karena rasa presisi di setiap memindahkan tuasnya. Tuas bulat berbahan logam khas Type R sangat ergonomis digenggam, apalagi sensasi short-shifting yang diterapkan menjadi pengalaman menarik dari mobil seharga Rp 995 juta ini.

Poin menarik lain dari transmisi adalah karena Honda memilih menggunakan jenis single-clutch, pedal kopling tidak keras atau berat saat diinjak, seperti pada Mitsubishi Lancer Evolution atau Subaru Impreza WRX. Kita juga tidak perlu repot melakukan heel-and-toe, karena sistem akan secara otomatis melakukan rev-matching saat menunrunkan gigi.

Bicara soal handling, kami merasakan putaran setir yang padat dan masih terbilang ringan, namun tidak terasa hampa untuk tahu bagaimana roda dengan velg 20 inci melaju di aspal. Kemudi juga sangat sigap merespons saat diajak menikung kencang.

Karena menggunkan mode Sport, karakter suspensi masih bersahabat untuk digunakan di jalan raya karena tidak terlalu kaku dan keras. Kami pun lalu penasaran bagaimana Type R akan ‘bertingkah’ saat mode +R diaktifkan, namun tidak memungkinkan pada kesempatan ini.

Melalui test drive singkat kami ini, Civic Type R masih bersahabat dan cukup nyaman untuk dijadikan kendaraan sehari-hari. Namun saat butuh performa untuk bermanuver dan bersenang-senang di sirkuit, tentu Type R akan siap kapan saja untuk memenuhi hasrat tersebut.

Semoga kami bisa mendapat kesempatan lain untuk bisa menguji Civic Type R lebih maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *