HONDA KUDUS JAYA. PT Daihatsu Astra Motor (ADM) resmi meluncurkan Terios Custom sebagai varian edisi spesial. Mobil ini pun diklaim sebagai jawaban untuk ikut meramikan pasar low SUV yang saat ini sedang panas.

Kehadiran produk baru seperti Honda BR-V yang bermain di segmen yang sama membuat peta persaingan makin ketat. Hal ini pula yang membuat ADM harus berlapang dada turun peringkat ke posisi tiga setelah disalip oleh Honda.

Menanggapi permasalahan ini, Amelia Tjandra sebagai Direktur Marketing PT ADM pun angkat bicara. Menurutnya Honda memang cukup brilian dalam menciptakan produk, terutama untuk BR-V yang bisa langsung naik daun.

Honda memang brilian karena ada produk baru yang bisa menambah perfomanya (penjualan). Kami mengakui dengan jujur itu, Honda luar biasa berdasarkan kenyataannya,” ucapnya kepada wartawan saat seremoni peluncuran Terios Custom di Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Namun demkian, Amel tidak mempermasalahkan mengenai persaingan yang terjadi, karena menurutnya dari hasil survei yang dilakukan ADM, antar konsumen Honda dan Daihatsu memiliki kriteria yang berbeda.

“Kita sudah survei, yang beli Honda bukan konsumen Daihatsu, begitu juga sebaliknya yang beli Daihatsu bukan pembeli Honda,” ucap Amelia.

Terios Custom

Meski mengakui kehebatan Honda dalam strategi dan produknya, tapi Amel mengutarakan bahwa hal ini masih terlalu cepat untuk disimpulkan, mengingat berdasarkan fakta Daihatsu memang masih menjadi brand yang paling laris setelah Toyota. Selain itu komitmen Daihatsu sejak awal adalah mencapai target 15 persen buka menekankan peringkat.

Menurutnya bila melihat dari data penjualan wholesales (pabrik ke diler) Honda memang berada di posisi kedua dengan angka mencapai 19.404 unit di bulan Januari. Sedangkan Daihatsu bertenger di peringkat ketiga dengan angka 13.184 unit. Tapi hal ini berbanding terbalik saat melihat data retial.

“Penjualan retail (diler ke konsumen) Daihatsu sepanjang Januari 2016 ada diangka 14.505 unit, sedangkan Honda hanya diangka 13.500 unit. Wholesales Honda besar karena mereka produk baru, sedangkan kami sengaja memproduksi lebih sedikit agar stok di pasar lebih sehat,” ucap Amel lagi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *